Cuba perhatikan 6 tips dibawah :-
1. Apabila darah haid terhenti pada waktu Zohor, bolehlah menangguhkan mandi sehingga waktu Asar. Apabila masuk waktu Asar segeralah mandi dan wajiblah sembahyang Asar dan selepas itu mengqada sembahyang Zohor.
2. Apabila darah haid berhenti pada waktu Asar, wajiblah mandi walaupun masa yang ada itu hampir masuk Maghrib. Kalaulah jarak waktu darah kering dengan waktu masuk Maghrib itu ditakdirkan sempat saudari mengangkat takbiratul-ihram maka ia dikira kering dalam waktu Asar. Oleh itu, saudari wajib mandi dengan segera dan selepas sembahyang Maghrib wajiblah diqada sembahyang Zohor dan Asar.
3. Apabila darah haid kering pada waktu maghrib, bolehlah ditangguhkan mandi sehingga ke waktu Isyak.Apabila masuk waktu Isyak, segeralah mandi dan sembahyang Isyak kemudian mengqadakan sembahyang Maghrib.
4. Apabila darah haid kering waktu Isyak, wajiblah mandi pada waktu itu. Kalaulah waktu kering itu sudah hampir ke waktu Subuh sekira-kira sempat dilakukan takbirratul-ihram, ia dikira kering dalam waktu Isyak. Maka, wajiblah mandi dan kemudian qada sembahyang Maghrib dan Isyak dalam waktu Subuh.
5. Apabila darah haid kering pada waktu Subuh, wajiblah mandi dengan segera. Wajib disegerakan mandi untuk membolehkan Subuh ditunaikan dalam waktunya. Tapi, kalau terlewat mandi sedangkan keringnya dalam waktu Subuh, wajiblah diqadakan sembahyang Subuh itu.
6. Apabila kering darah selepas waktu Subuh, bolehlah dilewatkan mandi sehingga sebelum masuk waktu Zohor. Bagaimanapun, disunatkan mandi segera bagi membolehkan saudari sentiasa dalam keadaan suci.
Perlu ingat, jika saudari lewat mandi, maka makruhlah segala pekerjaan saudari
Showing posts with label MUSLIMAH ONLY. Show all posts
Showing posts with label MUSLIMAH ONLY. Show all posts
Friday, February 5, 2010
MUSLIMAH ONLY! keringanan bedzikir kpd Allah bg wanita haid
Keringanan Berdzikir Kepada Allah Bagi Wanita Haid -Amr bin Abdul Mun'im
Zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala merupakan suatu kewajiban bagi setiap Muslim dan Muslimah.Sebagaimana yang difirmankan Allah.
"Artinya : Karena itu, berdzikirlah (ingat) kalian kepada-Ku niscaya Aku akan ingat kepada kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku". (Al-Baqarah : 152)
"Artinya : Dan sesungguhnya berdzikir (mengingat) Allah adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain)". (Al-Ankabut : 45)
Dalam mengisahkan Yunus 'Alaihi al-Salam, Dia berfirman.
"Artinya : Maka kalau sekiranya dia (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di dalam perut ikan itu sampai hari berbangkit". (Al-Shaffat : 143-144)
Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati". (Diriwayatkan oleh Muttafaqun 'alaih dari hadits Abu Musa Al-Asy'ari Radhiyallahu 'anhu).
Diantara bentuk kemurahan Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap kaum wanita adalah memberikan keringanan kepada kaum wanita untuk berdzikir kepada-Nya selama menjalani masa haid, meski pada saat itu mereka tidak boleh mengerjakan shalat dan puasa.
Ummu Athiyah Radhiyallahu 'anha menceritakan.
"Artinya : Kami diperintahkan keluar pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, juga wanita pingitan dan gadis".
'Wanita-wanita haid keluar rumah dan menempati posisi di belakang jama'ah yang mengerjakan shalat, dan bertakbir bersama-sama mereka', Lanjut Ummu Athiyyah". (Hadits Riwayat Muttafaqun 'alaih).
Imam Nawawi Rahimahullah juga mengatakan.
"Ucapan Ummu Athiyyah, 'Wanita-wanita haid itu bertakbir bersama jama'ah' menunjukkan dibolehkannya zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi wanita haid dan wanita sedang junub. Yang diharamkan baginya adalah membaca Al-Qur'an".
Disalin dari buku 30 Keringanan Bagi Wanita, oleh Amr Bin Abdul Mun'in
Zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala merupakan suatu kewajiban bagi setiap Muslim dan Muslimah.Sebagaimana yang difirmankan Allah.
"Artinya : Karena itu, berdzikirlah (ingat) kalian kepada-Ku niscaya Aku akan ingat kepada kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku". (Al-Baqarah : 152)
"Artinya : Dan sesungguhnya berdzikir (mengingat) Allah adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain)". (Al-Ankabut : 45)
Dalam mengisahkan Yunus 'Alaihi al-Salam, Dia berfirman.
"Artinya : Maka kalau sekiranya dia (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di dalam perut ikan itu sampai hari berbangkit". (Al-Shaffat : 143-144)
Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati". (Diriwayatkan oleh Muttafaqun 'alaih dari hadits Abu Musa Al-Asy'ari Radhiyallahu 'anhu).
Diantara bentuk kemurahan Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap kaum wanita adalah memberikan keringanan kepada kaum wanita untuk berdzikir kepada-Nya selama menjalani masa haid, meski pada saat itu mereka tidak boleh mengerjakan shalat dan puasa.
Ummu Athiyah Radhiyallahu 'anha menceritakan.
"Artinya : Kami diperintahkan keluar pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, juga wanita pingitan dan gadis".
'Wanita-wanita haid keluar rumah dan menempati posisi di belakang jama'ah yang mengerjakan shalat, dan bertakbir bersama-sama mereka', Lanjut Ummu Athiyyah". (Hadits Riwayat Muttafaqun 'alaih).
Imam Nawawi Rahimahullah juga mengatakan.
"Ucapan Ummu Athiyyah, 'Wanita-wanita haid itu bertakbir bersama jama'ah' menunjukkan dibolehkannya zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi wanita haid dan wanita sedang junub. Yang diharamkan baginya adalah membaca Al-Qur'an".
Disalin dari buku 30 Keringanan Bagi Wanita, oleh Amr Bin Abdul Mun'in
Subscribe to:
Posts (Atom)
