Friday, February 5, 2010

MUSLIMAH ONLY! Bilakah waktu sebenar mandi haid?

Cuba perhatikan 6 tips dibawah :-

1. Apabila darah haid terhenti pada waktu Zohor, bolehlah menangguhkan mandi sehingga waktu Asar. Apabila masuk waktu Asar segeralah mandi dan wajiblah sembahyang Asar dan selepas itu mengqada sembahyang Zohor.

2. Apabila darah haid berhenti pada waktu Asar, wajiblah mandi walaupun masa yang ada itu hampir masuk Maghrib. Kalaulah jarak waktu darah kering dengan waktu masuk Maghrib itu ditakdirkan sempat saudari mengangkat takbiratul-ihram maka ia dikira kering dalam waktu Asar. Oleh itu, saudari wajib mandi dengan segera dan selepas sembahyang Maghrib wajiblah diqada sembahyang Zohor dan Asar.


3. Apabila darah haid kering pada waktu maghrib, bolehlah ditangguhkan mandi sehingga ke waktu Isyak.Apabila masuk waktu Isyak, segeralah mandi dan sembahyang Isyak kemudian mengqadakan sembahyang Maghrib.

4. Apabila darah haid kering waktu Isyak, wajiblah mandi pada waktu itu. Kalaulah waktu kering itu sudah hampir ke waktu Subuh sekira-kira sempat dilakukan takbirratul-ihram, ia dikira kering dalam waktu Isyak. Maka, wajiblah mandi dan kemudian qada sembahyang Maghrib dan Isyak dalam waktu Subuh.


5. Apabila darah haid kering pada waktu Subuh, wajiblah mandi dengan segera. Wajib disegerakan mandi untuk membolehkan Subuh ditunaikan dalam waktunya. Tapi, kalau terlewat mandi sedangkan keringnya dalam waktu Subuh, wajiblah diqadakan sembahyang Subuh itu.

6. Apabila kering darah selepas waktu Subuh, bolehlah dilewatkan mandi sehingga sebelum masuk waktu Zohor. Bagaimanapun, disunatkan mandi segera bagi membolehkan saudari sentiasa dalam keadaan suci.

Perlu ingat, jika saudari lewat mandi, maka makruhlah segala pekerjaan saudari

MUSLIMAH ONLY! keringanan bedzikir kpd Allah bg wanita haid

Keringanan Berdzikir Kepada Allah Bagi Wanita Haid -Amr bin Abdul Mun'im

Zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala merupakan suatu kewajiban bagi setiap Muslim dan Muslimah.Sebagaimana yang difirmankan Allah.

"Artinya : Karena itu, berdzikirlah (ingat) kalian kepada-Ku niscaya Aku akan ingat kepada kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku". (Al-Baqarah : 152)

"Artinya : Dan sesungguhnya berdzikir (mengingat) Allah adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain)". (Al-Ankabut : 45)

Dalam mengisahkan Yunus 'Alaihi al-Salam, Dia berfirman.
"Artinya : Maka kalau sekiranya dia (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di dalam perut ikan itu sampai hari berbangkit". (Al-Shaffat : 143-144)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati". (Diriwayatkan oleh Muttafaqun 'alaih dari hadits Abu Musa Al-Asy'ari Radhiyallahu 'anhu).

Diantara bentuk kemurahan Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap kaum wanita adalah memberikan keringanan kepada kaum wanita untuk berdzikir kepada-Nya selama menjalani masa haid, meski pada saat itu mereka tidak boleh mengerjakan shalat dan puasa.

Ummu Athiyah Radhiyallahu 'anha menceritakan.
"Artinya : Kami diperintahkan keluar pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, juga wanita pingitan dan gadis".

'Wanita-wanita haid keluar rumah dan menempati posisi di belakang jama'ah yang mengerjakan shalat, dan bertakbir bersama-sama mereka', Lanjut Ummu Athiyyah". (Hadits Riwayat Muttafaqun 'alaih).

Imam Nawawi Rahimahullah juga mengatakan.
"Ucapan Ummu Athiyyah, 'Wanita-wanita haid itu bertakbir bersama jama'ah' menunjukkan dibolehkannya zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi wanita haid dan wanita sedang junub. Yang diharamkan baginya adalah membaca Al-Qur'an".
Disalin dari buku 30 Keringanan Bagi Wanita, oleh Amr Bin Abdul Mun'in

WOMEN & DA'WAH

This is for the Muslim sisters, may Allahu subheinawatallah bless all of us and keep us on the straight path Ameen. Alhamdulilah my husband and I just started making dowa for non-Muslims in my area. We have been quite successful in bringing people to Islam by the will of Allah ta'alla.

Allah says in Qur'an, "Surely you cannot guide whom you love, but God guides whom He pleases, and He knows best those who would be guided" (Quran 28:56).

With this being said, I would like to strongy encourage women reading this article to get involved with making da’wa. Too many times women think that men are the only ones that can bring people to Islam, but women are also responsible for telling people about this beautiful religion Allah ta'alla has blessed us with alhamdulilah. Aisha, may Allah be pleased with her, is the perfect example of what the Muslim women should strive to be like inshallah. After the Prophet Muhammad, peace be upon him, died, Aisha (raa) was the main source of knowledge about the Prophets teachings. She was active in telling people about Islam and giving knowledge to those who sought it. (May Allah give us knowledge to teach people about Islam inshallah).

Hazrat Abu Musa Ash'ari narrated, "We never had a problem to tackle but always found a relief from Hazrat Aisha. Her knowledge was stupendous." Imam Zehri, a Tabe'ie of great renown said, "Aisha was the greatest among the living scholars."

Why, after hearing these hadiths are women not giving dowa and teaching about the religion of Allahu subheinawatallah? Sometimes we as women are caught up in this material life, often times forgetting about alaheira (the afterlife). We are only in this dunya for a short period, and we need to be preparing ourselves for the next world, and by doing good deeds Allah inshallah will give us the Jenna inshallah. We need to read more about Islam, and make our lives revolve around Islam, not Islam revolve around our lives.

Next time you go the grocery store and someone is staring at you because you are wearing hijab, or your with your husband and people are looking at him because he has a beard, have cd's with you about hijab and why we as Muslim women dress like we do, and give them out when people look at you. Carry small books for dowa with you wherever you go, and when someone asks you about Islam at the restaurant, or at your childs school, give them a book about Islam. Inshallah Allah ta'alla will reward you for striving in his cause to let people know about this religion of ours.

Allah says in Qur'an, "Are those who know equal to those who know not." The Prophet (pbuh) also says, "If Allah wants to do good to a person, He makes him comprehend the religion."

Allah also says, "Never will I allow to be lost the work of any of you, male or female."

A question was posed to a well known Sheikh, Sheikh ibn Jibreen, which can be read in "Islamic Fatawa Regarding Women. His opinion on women giving dowa is as follows: "It is allowed to mix with the disbelievers, to sit with them, to be polite to them as a means of calling people to Allah, explaining to them the teachings of Islam, encouraging them to enter this religion and to make it clear to them the good results of accepting the religion and the evil result of punishment for those who turn away. For this purpose, being a companion to them and showing love for them is overlooked in order to reach that final goal."

Inshallah I hope to see alot more women being active in giving dowa as well as the community. There are new Muslims coming to Islam all the time, especially sisters and we need the women to be more open to other sisters and be willing to invite them to your home for dinner and to talk and become friends. Too many times, we as women are not as open to other sisters as we should be. Just smiling at your sister is charity as the Prophet (pbuh) said.

Inshallah Allah ta'alla will make us of the righteous women in Jenna. May Allah bless us and make us successful in this life and the next inshallah. JazakAllah khir. Allah Hafiz.

SEDARLAH WAHAI HAWA

Wahai Hawa, Kenapa..
engkau tak menghargai nikmat Iman dan Islam itu? Kenapa.. mesti engkau kaku dalam mentaati ajaran-Nya? kenapa.. masih segan mengamalkan isi kandungan-nya ? dan kenapa.. masih was-was dalam mematuhi perintah-Nya?

Wahai Hawa, Sedarlah..
Tangan yang mengoncang buaian.. boleh mengoncang dunia, Sedarlah hawa.. kau boleh mengoncang dunia dengan melahirkan manusia yang hebat!! yakni yang Soleh dan Solehah, kau boleh menggegar dunia dengan menjadi isteri yang taat serta memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan Islam di mata dunia.

Tapi hawa..
jangan sesekali kau cuba menggoncang keimanan lelaki dengan lembut tuturmu, dengan ayu wajahmu, dengan lengguk tubuhmu. Jangan kau menghentak-hentak kakimu untuk menyatakan kehadiranmu. Jangan Hawa, jangan sesekali cuba menarik perhatian kaum Adam yang bukan suamimu.. kerana aku khuatir ia mengundang kemurkaan dan kebencian ALLAH. BAHANA!

Ia bisa memberi kegembiraan pada syaitan.. kerana wanita ialah jala syaitan, alat yang di eksploitasikan oleh syaitan dalam menyesatkan kaum Adam. Hawa, Andai engkau masih remaja.. jadilah anak yang Solehah buat kedua ibu bapamu, andai engkau sudah bersuami.. jadilah isteri yang meringankan beban suamimu, andai engkau seorang ibu.. didiklah anakmu sehingga ia tak gentar memperjuangkan Ad-din ALLAH.

Hawa,
Andai engkau belum berkahwin, jangan kau risau akan jodohmu, ingatlah hawa janji TUHAN kita, wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan menggadaikan maruahmu.. hanya semata-mata kerana seorang lelaki, jangan memakai pakaian yang menampakkan susuk tubuhmu hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum lelaki, kerana kau bukan memancing hatinya.. tapi merangsang nafsunya.

Wahai Hawa,
Jangan sesekali dikau mulakan pertemuan dengan lelaki yang bukan muhrim kerana aku khuatir dari mata turun ke hati, dari senyuman membawa ke salam, dari salam cenderung kepada pertemuan dan dari pertemuaan... takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.

Hawa,
Lelaki yang Baik tidak melihat paras rupa, Lelaki yang Soleh tidak memilih wanita melalui keseksiannya, Lelaki yang Warak tidak menilai wanita melalui keayuaannya, kemanjaannya serta kemampuannya menggoncang iman mereka.

Tetapi hawa,
Lelaki yang Baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya dan ad-dinnya... Lelaki yang Soleh tidak menginginkan sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya kerana dia takut menberi kesempatan pada syaitan untuk mengodanya. Lelaki yang Warak juga tak mahu bermain cinta sebabnya dia tahu apa matlamat dalam sebuah hubungan antara lelaki dan wanita yakni perkahwinan. Oleh itu Hawa, Jagalah pandanganmu, jagalah pakaianmu, jagalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu...

Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu, cukuplah hanya cinta ALLAH menyinari dan memenuhi jiwamu, biarlah hanya cinta kedua ibu bapamu yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar cinta adik beradik serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu. Hawa, Cintailah ALLAH.. dikala susah dan senang kerana kau akan memperolehi cinta dari insan yang juga menyintai ALLAH. Cintailah kedua ibu bapamu.. kerana kau akan perolehi keredhaan ALLAH. Cintailah keluargamu.. kerana tiada cinta selain cinta keluarga.

Hawa ,
Ingatanku yang terakhir, biarlah tangan yang menggoncang buaian ini dapat menggoncang dunia dalam mencapai keredhaan ILAHI. Jangan sesekali.. tangan ini juga yang menggoncang keimanan kaum Adam, kerana aku sukar menerimanya dan aku benci mendengarnya.
“Dunia adalah perhiasan & sebaik-baik perhiasan adalah Wanita Solehah” (Hadith Riwayat Muslim).

KERINGANAN HAWA MEMAKAI WANGIAN

Keringanan Memakai Wangi-Wangian Yang Tidak Tercium Baunya Oleh Selain Muhrim

Amr bin Abdul Mun'im
Wanita muslimah hendaknya mengetahui bahwa minyak wangi (parfum) merupakan salah satu perhiasan baik bagi laki-laki maupun bagi wanita, yang secara mutlak diperbolehkan bagi orang laki-laki dan pada waktu-waktu tertentu disunnahkan.

Sedangkan bagi wanita diberikan keringanan untuk memakainya. Hal itu didasarkan pada sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Apabila salah seorang di antara kalian menyaksikan waktu Isya' -dalam sebuah riwayat disebutkan : masjid- maka hendaklah dia memakai wangi-wangian pada malam itu". [Hadits Riwayat Muslim]

Juga sabdanya.

"Artinya : Setiap wanita mana saja yang terkena bau wangi, maka hendaklah dia tidak mengerjakan shalat Isya' bersama kami". [Hadits Riwayat Muslim]

"Artinya : Setiap wanita mana saja yang memakai wangi-wangian lalu dia berjalan melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau wanginya itu, berarti dia telah berzina". [Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (IV/414) Juga diriwayatkan oleh Abu Dawud (4173). Imam Tirmidzi (2786). Imam Nasa'i (VIII/153) melalui Ghanim bin Qais dari Abu Musa Al-Asy'ari]

Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, "maka hendaklah dia tidak memakai wangi-wangian pada malam itu" secara jelas membolehkan wanita memakai wangi-wangian di dalam rumah mereka selama baunya tidak tercium oleh laki-laki yang bukan muhrim.

Dari Abu Sa'id Al-Khudry Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda.

"Artinya : Mandi pada hari jum'at wajib bagi setiap orang yang bermimpi, juga bersiwak, dan memakai minyak wangi secukupnya".

Dari Zainab bin Abi Salamah Radhiyallahu 'anha, dia menceritakan tentang hadits tiga orang ini. Zainab binti Abi Salamah berkata.

Aku pernah mendatangi Ummu Habibah, isteri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, pada saat ayahnya, Abu Sufyan bin Harb meninggal dunia, lalu dia meminta diambilkan minyak wangi yang berwarna kuning, lalu seorang hamba sahaya wanita memakaikan dan mengusapkan ke jambangnya, kemudian berkata : "Demi Allah, sebenarnya aku tidak membutuhkan minyak wangi, tetapi aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda.

"Artinya : Tidak diperbolehkan bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkabung lebih dari tiga hari, kecuali karena kematian suaminya, selama empat bulan sepuluh hari".

Selanjutnya Zainab berkata. "Kemudian aku masuk menemui Zainab binti Jahsy pada saat saudaranya meninggal. lalu dia mengambil minyak wangi dan memakainya, kemudian berkata : "Demi Allah, sebenarnya aku tidak membutuhkan minyak wangi, tetapi aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda.

"Artinya : Tidak diperbolehkan bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkabung lebih dari tiga hari, kecuali karena kematian suaminya, selama empat bulan sepuluh hari".

Lebih lanjut Zainab menceritakan : Dan aku juga pernah mendengar Ummu Salamah Radhiyallahu 'anha berkata. "Ada seorang wanita yang datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam seraya bertutur. "Wahai Rasulullah, putriku telah ditinggal mati suaminya dan ketika dia sakit mata, apakah boleh aku mencelakinya ?. "Tidak", jawab Rasulullah. Ketika pertanyaan itu diulang sampai dua tiga kali tetap dijawab tidak, oleh beliau. Kemudian beliau bersabda. "Sesungguhnya hanya empat bulan sepuluh hari padahal dulu di masa jahiliyah membuang kotoran unta (yakni membuang sial) hanya sesudah satu tahun".

Hummaid berkata, "Maka aku bertanya kepada Zainab bagaimana membuang kotoran unta sesudah satu tahun itu ?. Zainab menjawab. "Seorang wanita apabila ditinggal mati suaminya lalu ke sepen (gubug kecil di belakang rumah) dan memakai baju yang paling buruk dan tidak boleh mengenakan wangi-wangian selama satu tahun, dan sesudah satu tahun dibawakan kepadanya keledai atau kambing atau burung. Kemudian dia bersihkan badannya dari semua kotoran dengan menggunakan binatang tersebut dan jarang sekali binatang yang digunakan untuk membersihkan badannya itu dapat hidup, yakni segera mati. Selanjutnya dia keluar dari sepen tersebut lalu diberikan kotoran unta untuk dilemparkannya, lalu kembali seperti biasa mengenakan wangi-wangian dan lain sebagainya".

Malik ditanya : "Bagaimana cara membersihkan hal itu ?. Dia menjawab. "Mengusap-usapkan badannya ke binatang itu". [Hadits Riwayat Muttafaqun 'alaihi].

Semua hadits di atas secara jelas membolehkan wanita memakai wangi-wangian, tidak mutlak. Karena seperti yang telah kami uraikan sebelumnya bahwa minyak wangi merupakan salah satu perhiasan baik bagi laki-laki maupun perempuan. Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memerintahkan kaum wanita untuk tidak memperlihatkan perhiasan mereka kepada laki-laki yang bukan muhrimnya, dimana Dia berfirman.

"Artinya : Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak darinya. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami, ayah mereka, ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan jangan mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung". [An-Nuur : 31]

Tidak diragukan lagi bahwa minyak wangi merupakan salah satu macam dari perhiasan yang tidak diperbolehkan untuk diperlihatkan kepada orang-orang yang bukan muhrimnya, sebagaimana telah ada larangan bagi wanita pergi ke masjid dengan memakai minyak wangi. Dan ancaman bagi wanita yang keluar rumah dengan memakai minyak wangi supaya orang laki-laki mencium baunya sungguh sangat berat.

Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Musa Al-Asy'ari Radhiyallahu 'anhu, dia menceritakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda.

"Artinya : Setiap wanita mana saja yang memakai wangi-wangian lalu dia berjalan melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau wanginya itu, berarti dia telah berzina". [Hadits ini Shahih. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (IV/414). Juga diriwayatkan Abu Daud (4173). Imam Tirmidzi (2786). Imam Nasa'i (VIII/153) melalui Ghanim bin Qais, dari Abu Musa Al-Asy'ari]

Oleh karena itu wanita Muslimah diberikan untuk memakai wangi-wangian di dalam rumah dengan syarat tidak tercium oleh orang-orang yang bukan muhrimnya, karena wangi-wangian itu dapat membangkitkan nafsu birahi dalam diri mereka, selain karena wangi-wangi itu juga termasuk perhiasan yang apabila diperlihatkan akan mamancingkan timbulnya perzinaan.

Hal ini terlihat pada apa yang dikandung dalam hadits berikut ini.
"Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, sesungguhnya dia tidak pernah menolak minyak wangi. Dan dia merasa yakin bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga tidak menolak minyak wangi". [Hadits Riwayat Bukhari]

Apabila seorang wanita hendak pergi ke masjid atau untuk beberapa keperluan, maka hendaklah dia tidak memakai minyak wangi. Dan apabila telah terlanjur mamakainya di rumah sedang dia harus pergi ke suatu tempat maka dia harus membersihkan diri sehingga bau minyak wangi itu tidak tercium". [Telah disebutkan dalam sebuah hadits dha'if dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dimana beliau bersabda: "Apabila seorang wanita akan pergi ke masjid maka hendaklah dia mandi membersihkan diri dari minyak wangi seperti dia mandi janabah". Diriwayatkan oleh Imam Nasa'i (VIII/153) melalui Shafwan bin Salim, dari seorang yang dapat dipercaya, dari Abu Hurairah. Mengenai hal ini penulis . 'Perawi hadist ini dari Abu Hurairah mubham (tidak jelas), meskipun didukung oleh Shaewan bin Salim. Dan juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam bukunya Al-Musnad (11/297, 444,461) melalui Ashim bin Ubaidillah, dari Ubaid Maula, dari Abu Hurairah. Ashim bin Ubaidillah adalah orang yang dha'if. Dan seperti yang kami sebutkan, dia tidak dapat dijadikan pegangan dalam hadits ini. Seperti yang diketahui, kebanyakan minyak wangi akan hilang dengan siraman air, dan itu tidak lain kecuali dengan mandi].

KECANTIKAN DAN AURAT WANITA ISLAM DI HADAPAN NON-MUSLIM

Aurat Wanita Islam Di Hadapan Wanita Bukan Islam

Terdapat dua pendapat berkaitan permasalahan ini :
1) Harus bagi wanita bukan Islam melihat anggota wanita Islam yang terdedah pada kebiasaannya ketika menjalankan pekerjaan. Yang dikehendaki dengan anggota yang terdedah diwaktu menjalankan pekerjaan ialah kepala,tengkok/leher, lengan dan hujung betis.dan haram baginya melihat anggota-anggota yang lain dari yang tersebut.

2) Harus bagi wanita bukan Islam melihat aurat wanita kecuali anggota diantara pusat dan lutut memandangkan kepada mereka sama-sama wanita.
Pendapat pertama adalah muktamad, namun demikian memandangkan keadaan pergaulan wanita yang berlainan agama begitu meluas di sekolah-sekolah, di pusat-pusat pengajian tinggi,di asrama, di tempat bekerja dan lain-lain, maka pendapat kedua itu ada kesesuaian dengan keadaan.

KECANTIKAN WANITA
Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai. untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian. Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni. Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa. Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terhulur. Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.


Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang. Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta dia berikan. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.

ANDAINYA PEREMPUAN TAHU

Andainya Perempuan Tahu

Lelaki juga boleh menjadi seseorang yang begitu sensitif dan mengambil berat (prihatin)

Jika seseorang lelaki meminati wanita, wanita itu tak semestinya cantik. Cukup dengan budi bahasa dan kesopanan yang tinggi. Malah lelaki boleh menyukai wanita yang mempunyai banyak persamaan dengannya samada dari segi pemikiran atau minat. Oleh itu, banyak yang boleh dibualkan atau dikongsi bersama.

Kebanyakan masa, lelaki sebenarnya tidak mengetahui perasaan sebenar yang dirasakan oleh seorang wanita.

Lelaki boleh menerima penolakan dengan baik.

Lelaki cuba menonjolkan sikap kelakiannya untuk menambat hati wanita...

Lelaki memang dilahirkan dgn perasaan yg kuat terhadap wanita.. Mereka merasakan kejadian wanita ini amat indah…betapa indah ciptaanNya… ada juga wanita yg apabila dipandang menyejukkan hati lelaki tersebut

Kebanyakan lelaki resah bila berhadapan dengan situasi ingin mengajak wanita keluar kali pertama!

Lelaki cuba meniru gaya selebriti atau berlagak macho hanya kerana ingin memikat hati wanita.

Bila lelaki cakap.."Emm..tengoklah dulu"..itu seringkali bermaksud dia berkata tidak atau kurang setuju.

Bila lelaki cakap direct to the point dalam sesuatu hal, dia sebenarnya ingin bersikap jujur dan berterus-terang dan mengharapkan wanita memahami maksudnya.

Kebanyakan lelaki yang nampak 'desperate', datang dari sekolah all boys!

Adalah biasa lelaki cemburu terutamanya apabila perempuan asyik menyebut nama lelaki lain

Lelaki tak boleh belajar kesemuanya pasal perempuan dari library atau buku semata2. Oleh itu mereka selalu keliru dengan sikap perempuan..dan tak faham kenapa perempuan bersikap begitu begini...

Kadang2 lelaki perlu mengetahui lebih mendalam tentang bagaimana berhadapan dengan perempuan supaya hubungan dapat berjalan dengan lebih baik.

Betapa hebatnya lelaki itu bersikap romeo dan 'flirting' dengan ramai wanita..dia tetap hanya ada seorang teman wanita yang istimewa... yang lain hanya kawan

Bila sesuatu hubungan putus di tengah jalan, lelaki juga rasa bersedih..cuma dia tak menunjukkannya kesedihannya di depan orang.

Bila seorang perempuan meminati seorang lelaki, perempuan itu patut bagi hint! Mana tau lelaki itu juga menaruh minat. Senang usahanya nanti...

Adalah memalukan bagi lelaki jika tak berupaya menolong wanita.

Kebanyakan lelaki cukup lemah dgn air mata perempuan. Mereka lebih tewas sekiranya air mata itu mengalir dari perempuan yg dikasihi. Sebab itu dikatakan air mata senjata perempuan.

Lelaki bukanlah sempurna 100%, walau bagaimanapun rupanya atau pandangan luarannya.

Jadi, perempuan janganlah mengharapkan semua yang hebat dari lelaki! Mereka juga normal dan mempunyai kelemahan...ingat tu...t da kahwin...jgn asyik nak membebel je...hehe..:-)